Selasa, 03 Juni 2014

DAMPAK NEGATIF PEMAKAIAN BEHEL (KAWAT GIGI)

 
Di Indonesia, penggunaan kawat gigi baru dimulai pada 1980-an dan semakin popular pada awal 2000-an hingga sekarang. Artinya, mengenakan behel sudah menjadi tren di semua lapisan masayarakat. Baik usia tua, muda, bahkan dikalangan anak-anak. Kawat gigi adalah jenis perawatan ortodonti, atau pengobatan yang ditujukan untuk mengoreksi letak gigi yang tidak beraturan atau menyesuaikan rahang atas dan bawah. Jika Anda memiliki gigi miring atau tidak sejajar (tidak klop untuk mengunyah dan menggigit), Anda dapat meluruskan gigi Anda dengan kawat gigi. Sebagian orang, misalnya para artis, menggunakan kawat gigi untuk memperbaiki penampilan, agar gigi mereka lebih rapi dan cantik Beberapa tahun belakangan ini, memasang behel atau kawat gigi menjadi tren di kalangan anak muda (remaja) hingga orang dewasa. Namun tahukah kamu akan resiko dan bahaya dari memasang behel atau kawat gigi jika hanya untuk mengikuti tren atau gaya-gayaan saja? Kawat gigi atau behel dengan berbagai warna karet dan aksesoris pelengkap lainnya kerap terlihat menyembul dari gigi pemakainya. Biasanya pemakai behel yang tidak memiliki masalah dengan susunan gigi beralasan pakai behel untuk tampil gaya agar terlihat lebih keren saja. Padahal memasang behel hanya untuk bergaya atau mengikuti trend fashion itu hanya akan merugikan diri sendiri
 
Dampak Negatif :
Alergi. Perlu anda ketahui bahwa kawat gigi terbuat dari salah satu senyawa logam, di mana bagi anda yang mungkin alergi dengan jenis logam tertentu justru akan membahayakan kesehatan anda jika anda tetap memaksakan untuk memakainya. Selain itu, alergi juga dapat muncul karena pemasangan kawat gigi yang tidak dilakukan oleh ahlinya dan untuk itu, sebaiknya anda memilih orang yang benar-benar professional dalam bidang tersebut sehingga apa yang akan anda lakukan tidak berakibat buruk bagi kesehatan anda.
Penyakit menular seksual. Penting untuk anda perhatikan, meskipun kawat gigi terletak di mulut, hal ini memiliki resiko besar dalam penularan penyakit seksual. Hal demikian dapat terjadi jika anda melakukan oral seks di mana dengan adanya kawat gigi dapat menimbulkan luka di bibir atau bagian lainnya dan ketika anda sedang melakukan hubungan dengan menggunakan mulut anda, missal berciuman maka anda secara tidak langsung menyediakan jalan masuk untuk penyakit.
Timbulnya karang gigi. di area bagian bawah logam dan kawat yang sangat sulit untuk di bersihkan.  Jika tidak segera di tangani oleh dokter gigi maka hal ini dapat menyebabkan kerusakan gigi dan menyebabkan penyakit gusi. Selain itu, Anda juga harus menggunakan sikat gigi khusus untuk membersihkan area-area di sekitar kawat gigi yang sulit di jangkau sikat gigi biasa.
Kawat gigi bisa merusak posisi gigi.Tulang yang memegang gigi akan rusak dan bisa membuat gigi goyang. Hal ini merupakan kerugian besar yang tidak bisa dibayar, karena gigi kalau sudah goyang tidak bisa dicekat lagi.Gigi bisa jadi goyah Saat tulang yang memegang gigi berubah mengikuti kawat yang mencekat gigi di atasnya, maka gigi bisa jadi goyah. Sama seperti pagar yang ditekan terus, lama kelamaan pondasinya akan longgar dan goyah.
Bisa hepatitis atau bahkan HIV yang paling di takut kan no 6 ini.Kawat logam yang dipasang pada gigi Anda sering berbenturan dan dapat menyebabkan luka kecil pada bibir dan bagian dalam pipi Anda. Nah, saat Anda terlibat dalam aktivitas seksual seperti seks oral atau bahkan berciuman, luka kecil di dalam mulut Anda akan menyediakan jalan masuk untuk penyakit, termasuk hepatitis dan HIV, memasuki aliran darah Anda.
Susah untuk dibersihkan Memakai behel hanya untuk gaya-gayaan akan membuat kebersihan gigi tidak terjaga. Terutama membersihkan sisa makanan yang menempel di sela-sela briket dan kawat. Tentu jika kondisi ini dibiarkan, gigi akan menjadi kotor. 

semoga bermanfaat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar