Rabu, 23 April 2014

KONDUKSI NEURON




Dendrit + selaput luar sel tubuh = menerima pesan dari neuron lain yang berdekatan » pesan / impuls secara berurutan dikirim ke neuron lain (misalnya menuju otot atau kelenjar) melalui akson secara satu arah (menuju atau menjauhi sel tubuh)
Impuls dapat menyebrang menuju neuron lain dengan penghubung yang disebut sinapsip. Di ujung sinapsis tersebut terdapat celah pemisah yang sempit untuk tempat menyebrangkan impuls dengan dipindahkan oleh zat kimia yang terdapat dalam terminal button.
Sejumlah besar akson dari berbagai neuron (sekitar 1000) dapat bersinapsis pada dendrit dan seltubuh pada satu neuron saja.


Aspek penting dalam pemindahan impuls saraf :
  • konduksi sepanjang akson dari pemindahan yang menyebrangi sinaptik antar neuron.
  • konduksi aksional melalui potensi aktif elektrokimia tentang perubahan antara ion sodium dan potasium melalui jaringan sel
Proses pemindahan impuls saraf :
  • senyawa kimia yang menjadi perantara disebut neurotransmiter membawa impuls dari satu neuron ke neuron lain menyebrangi sinapsis.
  • neurotransmiter dilepaskan dari terminal akson dan bekerja pada dendrit dan sel tubuh dari neuron penerima, mengubah penyebaran jaringan menuju ke gerbang pembakaran (pada sinapsis eksitatori) atau menjauhi gerbang (sinapsis inhibitatori). 
  • Gabungan input eksitatori dan inhibitatori pada sinapsisnya menentukan apakah sebuah neuron akan terbakar.
  • sumber :  http://psychictionary.tumblr.com/post/14562444040/sistem-syaraf-manusia
  • sumber :

Rabu, 16 April 2014

ERA PERTANIAN MODERN


Pertanian modern yang bertumpu pada pasokan eketernal berupa bahan-bahan kimia buatan (pupuk dan pestisida), menimbulkan kekhawatiran berupa pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, sedangkan pertanian tradisional yang bertumpu pada pasokan internal tanpa pasokan eksternal menimbulkan kekhawatiran berupa rendahnya tingkat produksi pertanian, jauh di bawah kebutuhan manusia. 

Dunia pertanian modern adalah dunia mitos keberhasilan modernitas. Keberhasilan diukur dari berapa banyaknya hasil panen yang dihasilkan. Semakin banyak, semakin dianggap maju. Di Indonesia, penggunaan pupuk dan pestisida kimia merupakan bagian dari Revolusi Hijau, sebuah proyek ambisius Orde Baru untuk memacu hasil produksi pertanian dengan menggunakan teknologi modern, yang dimulai sejak tahun 1970-an.

Pertanian modern yang bertumpu pada pasokan eketernal berupa bahan-bahan kimia buatan (pupuk dan pestisida), menimbulkan kekhawatiran berupa pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup, sedangkan pertanian tradisional yang bertumpu pada pasokan internal tanpa pasokan eksternal menimbulkan kekhawatiran berupa rendahnya tingkat produksi pertanian, jauh di bawah kebutuhan manusia. Kedua hal ini yang dilematis dan hal ini telah membawa manusia kepada pemikiran untuk tetap mempertahankan penggunaan masukan dari luar sistem pertanian itu, namun tidak mebahayakan kehidupan manusia dan lingkungannya (Mugnisjah, 2001). Pertanian modern dikhawatirkan memberikan dampak pencemaran sehingga membahayakan kelestarian lingkungan, hal ini dipandang sebagai suatu krisis pertanian modern.

Sebagai alternatif penanggulangan krisis pertanian modern adalah penerapan pertanian organik. Kegunaan budidaya organik menurut Sutanto (2002) adalah meniadakan atau membatasi kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkan oleh budidaya kimiawi. Pemanfaatan pupuk organik mempunyai keunggulan nyata dibanding dengan pupuk kimia. Pupuk organik dengan sendirinya merupakan keluaran setiap budidaya pertanian, sehingga merupakan sumber unsur hara makro dan mikro yang dapat dikatakan cuma-cuma. Pupuk organik berdaya amliorasi ganda dengan bermacam-macam proses yang saling mendukung, bekerja menyuburkan tanah dan sekaligus menkonservasikan dan menyehatkan ekosistem tanah serta menghindarkan kemungkinan terjadinya pencemaran lingkungan. Dengan demikian penerapan sistem pertanian organik pada gilirannya akan menciptakan pertanian yang berkelanjutan.

Nenek moyang memanfaatkan pupuk hijau dan kandang untuk menjaga kesuburan tanah, membiakkan benih sendiri, menjaga keseimbangan alam hayati dengan larangan adat. Mereka mempunyai sistem organisasi sosial yang sangat menjaga keselarasan, seperti organisasi Subak di Bali dan Lumbung Desa di pedesaan Jawa.

Apa yang dikembangkan oleh para ilmuwan telah membedakan mana yang maju dan terbelakang, modern dan tradisional, serta efisien dan tidak efisien. Sedangkan buktinya, sistem pertanian yang disebut sebagai yang terbelakang, tradisional dan tidak efisien itu ternyata lebih bersifat ekologis, tidak merusak alam.

sumber :  http://juvita.blog.com/pertanian-modern/

               http://www.academia.edu/4677864/Buku_pertanian_modern